Sabtu, 23 Januari 2016

Hala Madrid!


"Jika ada hal lain yang menakjubkan di dunia ini selain cinta, adalah sepak bola." - Andrea Hirata.


Bismillahirrahmanirrahim.
Sudah bisa nebak kan apa yang akan aku bahas di post ini.

Real Madrid


Aku bukanlah seorang football freak yang bahkan bisa gila ketika sehari aja gak nonton bola. Aku bukanlah seorang die hard fan yang mengharuskan diriku ikut fans gathering dan nobar dimana-mana. Apalagi seorang hooligan, of course not babe. I just really like this football club! Iya, cuma modal suka kok.
Pertama kali tau sih udah lama, cuma kalo untuk 'kenal' klub ini baru kelas 9 SMP - 10 SMA lah. Aku punya seorang kakak yang madridista (fans madrid) juga, well, wajarlah kalo terinduksi. Memang awal cerita itu dari sini, semakin seringnya kakakku membahas tentang klub ini, ditambah lagi semakin sering ngepoin, nonton di TV, ya..... lama-lama jadi suka. Sesederhana itu memang. Oh ya, dan satu alasan lagi, karena beberapa pemain Real Madrid memang sudah jadi idolaku dari sononya, contohnya dulu ada Mesut Özil yang aku kenal dari Timnas Jerman. Hahaha. Sungguh sederhana bukan? Tetapi kadang rasa suka ini menggila, kawan (walaupun aku yakin masih banyak yang lebih gila), seperti rela-relain nonton UCL dini hari sendirian padahal paginya ujian, dsb. Belum lagi nanti kalo kalah, baru sampai gerbang sekolah teman-teman sudah usil ngebully. Lucu sebenarnya.

Ah memang, sepak bola itu menakjubkan, tentu saja aku tak bisa menampik itu. Lucu melihat mereka berpelukan ketika mencetak gol, geregetan ketika susah sekali mencetak gol, sedih ketika kalah, bahagia ketika menang, rasakan sensasinya kawan! Namun memang keadaan ya, kini aku tinggal di Solo, di sebuah kos, terpisah dari keluarga. Big deal, di kosku gak ada TV! Keadaan memaksaku untuk mengurangi intensitasku nonton bola. Syedih. Dan selain itu memang, dari dalam diriku sendiri ada yang mendorong untuk membatasi rasa suka ini. Karena kita tahu bukan, bahwa terlalu cinta itu tidak baik :3 Apalagi cinta yang berbau duniawi hehehe sok bijak nih, tapi serius.

Ya... Begitulah. Mungkin cintaku pada klub ini memang "harus" dikurangi, tapi sama sekali gak pernah nyesel pernah suka 💕 Dan karena Madrid, aku jadi pernah punya mimpi konyol yang ingin aku wujudkan lho. Apakah itu? Mungkin pada post-post selanjutnya akan aku bahas hehehe.



PS: In fact aku lahir di tengah keluarga yang mayoritas mengidolakan Manchester United, sehingga sejak kecil sebetulnya "dipaksa" untuk suka klub ini. Namun pada akhirnya biasa-biasa aja, malah lebih cenderung suka sama Arsenal, walaupun tak dipungkiri aku juga mengidolakan beberapa tokoh MU seperti Wayne Rooney, Ryan Giggs, dan David De Gea.

Jumat, 22 Januari 2016

Two Different Sides of Yourself

A: Everyone has the same chance!
B: It's only for they who have capabilities.
A: You are not that weak.
B: You haven't been capable yet.
A: You have to go on and take the chance.
B: Someone better than you will take that chance.
A: You're good just like the others.
B: Beda kasta!


Ever feel like that? Like you've got 2 different sides of yourself.


Seringkali, seringkali. Rasa-rasanya aku punya sejuta misi —yang menurutku baik. Bukan hanya misi untuk diriku sendiri tentunya, juga terkadang misi-misi baik untuk orang banyak. Aku akan melangkah tegar, berusaha sekuat tenaga, itu pasti. Namun sekali lagi, seringkali, ada saja perasaan-perasaan itu muncul di tengah jalan. Ya, kalau anak muda jaman sekarang menyebutnya galau. Ingin terus melangkah, tapi seakan ada saja yang menghentikan langkahku, yang tidak lain berasal dari diriku sendiri. Apa itu? Ya perasaan-perasaan tadi. Perasaan lemah, tidak pantas, dan segala macamnya.

Ya sudahlah, salah siapa.